Saturday, 19 July 2014

Hal Yang Membuat Gagal Dalam Bisnis dan Berusaha

Tahukah anda kalau sebuah keinginan untuk memiliki usaha adalah sebahagian mimpi dari setiap orang. Memiliki bisnis yang bisa membuat seseorang mandiri dalam kehidupannya. Tidak selamanya bergantung kepada orang lain dimana ia bekerja selama ini. Namun, dibalik setiap keinginan pastinya harus ada usaha untuk mewujudkan keinginan tersebut walaupun harus meniti setahap demi setahap serta mendapatkan ujian ketika menempuh prosesnya. Seseorang tidak bisa dikatakan sukses sebelum ia menempuh proses berjalannya usaha guna mencapai tujuan yang ia harapkan. Sukses merupakan sebuah proses berjalannya usaha dengan pengalaman pahit dan manis yang dirasakan ketika berusaha untuk menggapai sebuah tujuan. 

Sungguh sangat mustahil, ketika seseorang ingin menggapai kesuksesan, ia hanya bekerja setengah hati, kurang bersyukur bahkan kadang kadang mencari cari alasan dari buah kegagalannya. Ia berusaha menghibur diri dengan alasan yang ia kemukakan, tanpa adanya usaha untuk mencari akar masalah kenapa ia gagal ketika berusaha untuk mencapai tujuannya. Ada beberapa point yang bisa dijadikan seseorang gagal ketika menjalankan usaha.

Pertama, Tidak pernah melakukan review terhadap hasil usaha.
Melakukan review terhadap hasil usaha adalah sangat penting. Kenapa dinyatakan demikian, karena dengan melakukan review terhadap pekerjaan dan hasil usaha kita, kita akan mengetahui letak dimana kekurangan kita, bisa menganalisa mana yang dijadikan point utama kegagalan, sejauh mana keberhasilan usaha kita, apakah yang menjadi kekurangan kita. Ketika seorang pelaku usaha sudah bisa melakukan review terhadap usahanya, maka akan terlihat apa yang harus diperbaiki untuk menambal kekurangannya itu. 

Kedua, Tidak membuat perencanaan yang matang.
Rencana adalah action kita ketika akan melakukan usaha. Adalah sangat disayangkan ketika akan menjalan kan bisnis dan usaha, tidak disertai perencanaan yang matang tentang apa yang harus dilakukan pada periode tertentu. Rencana usaha sangat penting, disitu akan terlihat langkah - langkah kongkrit apa yang harus dikerjakan. Mulai dari perencanaan modal usaha, proses usaha yang akan dijalani, kebutuhan tenaga kerja, rencana pemasaran produk atau jasa, target pasar serta review terhadap hasil dari setiap rencana. Hal hal tersebut haruslah disebutkan dalam setiap perencanaan usaha. Jika tidak direncanakan, bersiaplah untuk menghadapi kegagalan yang akan muncul dihadapan anda. Berusahalah untuk membuat rencana seefektif dan sesederhana mungkin. Agar, apa yang kita usahakan akan terlihat keberhasilannya, potensi kegagalan, dan lain sebagainya.

Ketiga, Tidak Konsisten terhadap rencana yang sudah dibuat.
Ini yang seringkali terjadi bagi para pelaku usaha newbie dan masih dalam tahap mencoba coba. Rencana sudah dibuat dengan sangat matang, tetapi tidak dilakukan secara konsisten dan hanya luarnya saja yang terlihat. Sudah pasti, rencana yang sudah disusun pada akhirnya berantakan dan tidak terlihat nyata hasilnya. Kenapa ini bisa terjadi ? Biasanya, rencana yang sudah tersusun rapi tidak dikerjakan secara serius dengan penuh kesabaran, tidak berusaha semaksimal mungkin melakukan pekerjaanya sesuai dengan susunan rencana yang ia buat sendiri. Dalam tanda kutip, hanya melakukan pekerjaan sekehendak hatinya saja. Hal ini akan berpengaruh terhadap hasil pekerjaannya dan sudah pasti, kegagalan akan muncul dihadapannya. Nah, untuk itu pastikan melakukan pekerjaan sesuai dengan rencana yang sudah disusun dan berusaha semaksimal mungkin dengan penuh kesabaran dalam menjalaninya.

Keempat, Manajemen yang porak - poranda.
Untuk memiliki bisnis dan usaha diperlukan manajemen yang solid, tertata secara sempurna, pengaturan yang baik dan yang paling penting adalah tidak menyimpang dari konsep manajemen yang sudah dibuat. Manajemen dibuat agar konsep bisnis berjalan sesuai dengan rule nya, ketika rule itu dilanggar, maka kekisruhan dalam lingkar manajemen pasti akan terjadi. Ketika salah satu manajemen ada yang pincang, ini akan berpengaruh terhadap hasil usaha. Katakanlah, tenaga pemasaran hanya duduk diam tanpa bekerja sesuai dengan rule nya, apa yang terjadi ? Produksi yang banyak tidak akan terjual sesuai dengan rencana, produk tertumpuk tanpa adanya status jelas, produk itu akan dijual kemana. Karena, tenaga pemasar hanya duduk dan tidak melakukan apa - apa. Pada akhirnya, produk itu kadaluarsa dan tidak menghasilkan profit usaha, hanyalah kerugian yang ia peroleh. Contoh lain adalah manajemen tidak konsisten terhadap apa yang sudah ia janjikan, semisal ia akan memberikan bonus usaha akhir tahun kepada karyawannya setelah target usaha tercapai, akan tetapi tiba waktunya untuk memperoleh bonus, ia ingkar dan menyatakan alasan alasan kuat kenapa bonus tidak tercairkan. Ini akan berakibat berkurangnya motivasi kerja dari tenaga kerja pelaku usaha itu sendiri.

Kelima, Lemahnya Pondasi Usaha.
Sebuah gedung bertingkat akan runtuh dan hancur ketika pondasinya lemah dan hancur. Kekuatan pondasi yang diharapkan akan menyangga menterengnya gedung, seketika akan runtuh karena disebabkan oleh pondasi yang teramat lemah. Bisa jadi, pondasi usaha juga akan menentukan kekuatan usaha itu sendiri, bisa berlangsung lamakah atau hanya sementara saja. Mengapa dikatakan demikian ? Sama seperti filosofi sebuah gedung bertingkat, ketika struktur pondasi lemah, dalam sesaat gedung akan hancur lebur. Bisnis dan usaha juga demikian, pondasi usaha nya lemah, kebangkrutan akan senantiasa muncul dihadapannya. Lantas, apa yang dijadikan pondasi usaha tersebut . Pertama, modal yang kuat, dengan mengatur modal usaha yang efective, dan menyisakan modal itu untuk dana cadangan dikala usaha sedang labil dan membutuhkan suntikan dana untuk mengembalikan usahanya agar stabil. Kedua, Tenaga Kerja yang berkualitas juga ikut mendukung faktor keberhasilan usaha. Tenaga Kerja yang berkualitas akan memberikan nilai usaha dengan profit yang signifikan, karena ia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada pelaku usaha. Ketiga , Produk dan Jasa yang berkualitas akan mampu memuaskan pelanggan, sehingga pelanggan akan kembali kepada kita, karena merasa percaya kepada hasil usaha kita.

Itulah sebagian dari hal yang membuat gagal dalam bisnis dan usaha, sebenarnya masih ada hal lainnya yang membuat bisnis dan usaha kita akan hancur sehingga mengalami kebangkrutan. Tentunya, sebagai pelaku usaha tidak ingin hal itu terjadi. 


1 comment: